Dampak Erupsi Gunung Agung, Himbau Masyarakat Gunakan Masker

     BENCANA Erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem yang hingga kini masih mengeluarkan abu vulkanik dengan ketinggian mencapai 3000 meter. Bahkan kemarin sempat terjadi gempa tremor overscale yang merupakan gempa tremor yang terjadi secara terus menerus dengan amplitudo di atas 24mm. Yang artinya Gunung Agung diprediksi mengalami letusan dalam waktu dekat. Menyikapi hal tersebut, Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra langsung menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Denpasar untuk selalu mengenakan masker dan kaca mata pelindung.

     Selain menghimbau masyarakat untuk mengenakan masker dan kaca mata, Rai Mantra juga mengharapkan agar masyarakat selalu waspada dan siaga dalam menyikapi hal ini.

     "Masyarakat jangan panik selalu waspada dan siaga dalam menyikapi kejadian ini. Yang terpenting kita harus selalu menggunakan masker dan kacamata bila berada di luar ruangan, karena dampak dari abu vulkanik ini sangat berbahaya bagi kesehatan kita utamanya masalah pernafasan," kata Rai Mantra.

     Selain itu, Rai Mantra juga mengingatkan selain orang dewasa, anak-anak pun juga menjadi fokus kita untuk selalu dibekali masker dan kaca mata, mengingat anak-anak lebih rentan dan daya tahan mereka tidak sama dengan orang dewasa. Ketika disinggung apa yang harus dilakukan ketika terjadi hujan abu, menurut Rai Mantra diharapkan masyarakat selalu bersikap waspada, tetap di dalam ruangan, jika berada diluar ruangan carilah tempat untuk segera berlindung.

     "Yang sangat penting jika terjadi hujan abu, masyarakat apabila berada diluar rumah maupun didalam gedung perkantoran dan sekolah diingatkan hal pertama yang harus dilakukan adalah menggunakan masker untuk selanjutnya mencari tempat yang aman dari dampak hujan abu," jelas Rai Mantra. 

Sosialisasi Survival Kits

     Hal senada juga disampaikan, Kasubag Pengumpulan Informasi dan Publikasi Setda Kota Denpasar, I Wayan Hendaryana agar masyarakat tidak terpancing akan isu-isu yang berkembang saat ini serta senantiasa mengunakan masker dan kaca mata serta baju panjang untuk menutupi kulit jika terjadi hujan abu di Kota Denpasar.

     Menurutnya abu vulkanik yang dikeluarkan saat gunung meletus memiliki kandungan yang sangat berbahaya bagi kita seperti silika, mineral, dan bebatuan. Unsur yang paling umum adalah sulfat, klorida, natrium, kalsium, kalium, magnesium, dan fluorida. Ada juga unsur lain, seperti seng, kadmium, dan timah, tapi dalam konsentrasi yang lebih rendah dalam abu vulkanik ini. Mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Agung sejumlah LSM baik dari Indonesia mau pun asing yang berdomisili di Bali menggelar sosialisasi bahaya abu vulkanik disamping menyediakan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Agung.

     Team Disaster Relief Gunung Agung Rotary Distrik 3420, sejak status G Agung naik level siaga menjadi awas, telah menyediakan survival kits lebih dari 15 ribu paket, membangun 3 set kamar mandi dan WC di beberapa pos pengungsian KRB3, selain sumbangan sembako dan kebutuhan hidup lainnya.

     LSM Kopernik yang berdomisili di Ubud, membangun fasilitas MCK, bansos kebutuhan sehari- hari serta menyediakan logistik harian bagi relawan- relawan di lapangan.

     Survival kits Gunung Agung yang dibagikan berisi seperangkat obat- obat, obat tetes mata, botol air, biscuit, masker, kacamata goggle, senter, pluit, jas hujan, bulletin kegunungapian. Semua dalam kemasan untuk bertahan minimal 3 hari. *BTNewspaper/e/humas