Dharma Tula PHDI Bali, Membangun Kesadaran akan Radikalisme Global

     BERTEMPAT di Sekretariat PHDI Provinsi Bali, Jalan Ratna Denpasar, Rabu (9/8) berlangsung acara Dharma Tula bertema “Building Awareness on Global Radicalism” yang artinya membangun kesadaran terhadap ancaman radikalisme global. Kegiatan ini diselenggarakan oleh World Hindu Parisad dan PHDI Provinsi Bali serta dihadiri oleh mahasiswa dari beberapa kampus di Denpasar, akademisi serta pemerhati Hindu. Hadir sebagai pembicara utama dalam acara ini, tokoh Hindu asal India, Swami Vigyananand.

     Menurut Swami Vigyananand, radikalisme yang melanda dunia saat ini berawal dari eksklusifitas dalam beragama. “Ciri utama dari eksklusifitas diantaranya tentang pola pikir sempit dari sebagian orang, yang mengatakan bahwa pemahamanku selalu benar dan yang lain selalu salah, ini merupakan awal dari radikalisme” ujarnya

     Radikalisme tidak hanya terjadi di negara Barat atau Timur Tengah melainkan hampir di seluruh dunia tak terkecuali Indonesia. Untuk itu, perlu membangun kesadaran tentang bahaya radikalisme terutama kepada generasi muda sehingga dapat mencegah meluasnya radikalisme.

     Selain itu, ia juga mengungkapkan sejarah tentang radikalisme di dunia serta isu terkini mengenai hal tersebut. Menurutnya, siapa yang mendukung paham gerakan radikalisme akan diserang balik oleh radikalisme, seperti contohnya Amerika Serikat yang dulunya melatih sebuah kelompok bersenjata kini harus berperang melawan radikalisme dari kelompok yang pada awalnya dilatih oleh negara adidaya tersebut.

     Sekjen World Hindu Parisad Prof. Dr. I Made Bakta, Sp.PD menghimbau kepada generasi muda untuk memperkuat jati diri dengan memberdayakan desa adat dan banjar sebagai wadah generasi muda untuk eksis.*BTNewspaper/de/Andre