Kunjungan Dubes Swiss dan Perwakilan ADB

     BUPATI Badung, I Nyoman Giri Prasta menerima kunjungan Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Raymund Furrer dan Kurt Kunz beserta perwakilan dari Asian Development Bank (ADB), Senin (15/10). Hadir mendampingi Bupati Giri Prasta, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapeda)/Pasedahan Agung I Made Sutama.

      Pada pertemuan tersebut, dibahas mengenai kerja sama pemerintah Swiss dengan Kabupaten Badung serta pendampingan ADB dalam pengelolaan pajak. Dijelaskan pendapatan Badung bertumpu pada Pajak Hotel dan Restoran (PHR) yang diperoleh dari sektor pariwisata. Pendapatan tersebut kemudian dikembalikan ke masyarakat melalui Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) dengan lima skala prioritas, yakni pangan, sandang, dan papan; pendidikan dan kesehatan; jaminan sosial ketenagakerjaan; adat, agama, tradisi, seni, dan budaya; serta pariwisata lengkap dengan infrastruktur.

     "Untuk pangan, masyarakat Badung kami pastikan tidak ada kekurangan makan. Sandang dicukupi melalui ekonomi kerakyatan. Papan, kami berikan bedah rumah. Pendidikan, sudah gratis, sesuai kewenangan yakni TK, SD, SMP. Kami ingin Badung menjadi kabupaten center of excellent. Bahkan kami merancang program beasiswa kuliah keluar negeri,” paparnya.

     Bupati asal Desa Pelaga, Kecamatan Petang tersebut melanjutkan, terkait kesehatan Badung memiliki program yang disebut tri kona, yakni lahir, hidup, dan mati masyarakat ditanggung. Contohnya, kata dia, Badung memiliki 62 desa/ kelurahan. Tiap desa/kelurahan diberikan bantuan ambulans siaga plus perawat dan dokter.   “Ke depan kami kembangkan e-healthy. Semua kondisi kesehatan masyarakat terekam dalam kartu itu,” jelasnya.

     Sementara, terkait jaminan sosial dan tenaga kerja, masyarakat Badung yang telah berusia lanjut diberikan ‘gaji’. “Umur 60 tahun ke atas yang sakit permanen juga kami bantu. Kerukunan antar umat beragama berjalan dengan baik,” jelasnya lagi.

     Sementara Duta Besar dan Berkuasa Penuh Konfederasi Swiss untuk Indonesia, Raymund Furrer dan Kurt Kunz menyatakan kedatangan pihaknya masih terkait perhelatan International Monetary Fund World Bank Group (IMF-WBG). Di samping pembinaan soal pajak terhadap Bappeda, pihaknya juga tertarik dengan usulan beasiswa kuliah luar negeri yang telah terselenggara.

     “Kami sejalan dengan program center of excellent. Ini bisa menjadi semacam role model bagi pemerintah daerah lainnya di Indonesia,” pujinya. v BTNewspaper/e/Andre