PAMERAN C5 VISUAL ART DI GRIYA ART GALLERY

GRIYA Art Gallery di Griya Santrian a Beach Resort and Spa mempersembahkan pameran bertema C5 Visual Art Exhibition. C5 merupakan critical (kritis), communication (komunikasi), collaboration (kolaborasi), cooperation (kerjasama) dan creativity (kreatifitas). Critical atau kritis berarti bersifat tidak lekas percaya dan selalu berusaha menemukan ketidak seimbangan. Dalam bahasa positif adalah tidak lekas berpuas diri dengan hasil yang telah didapat. Hal ini berlaku untuk segala hal di luar mau pun di dalam diri. Berpikir kritis bertujuan untuk menimbang, menguji, evaluasi terhadap ide atau sebuah pendapat sehingga dapat mendorong munculnya ide dan pemikiran baru. Selalu ‘waspada’ dengan diri sendiri dan sekitarnya.

Communication atau komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Sebuah cara berpikir lebih terbuka, sehingga karya menjadi pesan yang dapat diterima oleh penikmat seni. Memang bahasa rupa terkadang bersifat sangat pribadi, tetapi bukan berarti meniadakan keterhubungan seniman dengan orang lain. Luas jangkauan yang diinginkan merupakan salah satu penentu sifat komunikatif, berarti mudah dalam keadaan saling terhubung.

Collaboration  dan cooperation  bermakna  kerjasama. Bersama mencapai tujuan bersama, maupun untuk mencapai tujuan masing-masing. Sehingga ktidak hanya terbatas bersama seseorang satu pendapat, namun juga dengan yang berbeda paham. Bertemunya perbedaan dari cara pandang akan memunculkan kemungkinan yang tak terduga. Sesuatu yang tak terduga menjadi unsur penting dalam seni yaitu kejutan. Tindakan bekerjasama dengan orang lain, dapat juga berarti buah karya dari kerjasama tersebut. Proses merupakan bagian darihasil.

Keempat hal tersebut apabila berhubungan dengan dunia seni, maka perlu diikat dengan semangat kreatif. Kreatifitas adalah kemampuan untuk mencipta sesuatu yang baru dalam bentuk gagasan maupun karya nyata. Kreatifitas menjadi inti semangat dalam menjalani proses berkesenian. Namun karena dunia seni bergerak bersama kemajuan zaman, sehingga kreatifitas tidak lagi berdiri sendiri. Makna kreatif menjadi lekat dengan keterbukaan cara berpikir dalam memandang segala perubahan.

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Kata “hidup” bagimanusia berbeda dengan “hidup” dalam dunia binatang. Bahkan binatang pun membutuhkan binatang lain demi kelangsungan hidup. Apalagi manusia memerlukan hubungan agar diakuikeberadaannya (eksistensi). Hubungan antara dua orang mungkin dapat dikatakan sederhana. Namun saat berkelompok dalam jumlah besar, hubungan dapat menjadi rumit. Disinilah kemampuan berpikir manusia menjadi pembeda dengan binatang. Pemikiran memunculkan kesadaran untuk menjaga hubungan antar manusia serta alam sekitarnya. Sekaligus tetap melindungi hak dan kebutuhanmasing-masing pribadi.

Seniman dalam dunia seni mempunyai “ruang” sendiri yang seakan terpisah dengan sekitar. Membutuhkan kesendirian untuk mengolah pengalaman menjadi ide. Tetapi sebagai manusia, seniman tetap membutuhkan “riuh” hubungan dengan manusia lain. Dari hubungan itulah ada berbagai hal ditangkap oleh inderanya sebagai pengalaman atau kenangan. “Dunia Sepi” tersebut merupakan milik pribadi seniman, mungkin juga menjadi rahasia. Sedangkan hubungan sekitar, sebaiknya diungkapkan sebagai pemikiran dan pembelajaran bersama. Kesadaran mendapatkan pembelajaran inilah yang menjadi dasar pameran seni rupa C5 ini. 

Author: