Patung Naga Perak Terbesar di Indonesia ada di Bali

         UC Silver & Gold Gianya sebagai salah satu perusahaan keluarga dibidang perhiasan dengan bahan dasar perak dan emas, berhasilmencatatkandiri di Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan Nomor register 8730 sebagai patung perak terberat dan terbesar. UC Silver & Gold berhasil membuat Patung Naga seberat 720 Kg dengan bahan dasar Perak 99,9%. Patung Naga Perak yang diberi nama Naga Sanga Amurwabhumi ini memiliki panjang kurang lebih 20 meter pada hari Senin (12/11).

        Penyerahan penghargaan diserahkan langsung oleh Osmar Semesta Susilo selaku Wakil Direktur MURI kepada UC Silver & Gold yang diterima langsung oleh Nyoman Eriawan, salah satu pemilik dari UC Silver & Gold.

        Hadir pula pada kesempatan tersebut Dr. Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si selaku Wakil Gubernur Bali dan beberap aundangan penting lainnya yang berkesempatan hadir pada saat peresmian patung naga yang sekaligus menjadi karya puncak atau master piece galeri perhiasan terbesar di Bali itu. Naga Sanga Amurwabhumi dapat dimaknai sebagai sembilan naga yang melambangkan sembilan arah mata angin beserta kekuatan, kesejahteraan dan keseimbangan.

     “Ini merupakan destinasi baru pariwisata di pulau Bali. Patung ini mulai dikerjakan pada tanggal 12 Maret 2013 dan baru selesai dikerjakan tahun 2018 ini. Selama 5 tahun pengerjaannya, Patung Naga Perak ini banyak mengalami cobaan dan rintangan. Mengingat bentuk dan motif di tubuh Patung Naga tersebut sangat rumit. Bahan yang digunakanpun Perak murni.

        Menurut Arya Sutedja selakuDirektur Pemasaran UC Silver & Gold, proses pengerjaan dan pembuatan Patung Naga Sanga Amurwabhuni ini melibatkan 25 seniman muda Bali yang memiliki skill khusus dengan bahan dasar perak. I Nyoman Eriawan terjun langsung didalamnya memimpin dan mengawal setiap prosesnya.

        Patung ini diletakkan di dalamsebuah museum khusus yang dapat dikunjungi dan diabadikan dalam sebuah photo oleh wisatawan yang datang. Menurut Nyoman Eriawan Patung Naga Perak ini beserta teknik pembuatannya masih diusahakan dicarikan hak patennya. Mengingat banyak sekali bentuk ukiran bali yang belum masuk dalam hak paten seperti karang goak, karang gajah, karang manuk dan motif lainnya. Dimana motif tersebut juga seringdipakai dalam membuat sebuah perhiasan dengan bahan dasar perak dan emas. v BTNewspaper/Ariek