Presiden Jokowi Buka Kongres PWI di Solo

     PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) membuka Kongres XXIV Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Solo, Jumat (28/9). Sebelum membuka kongres, Presiden berkesempatan berkeliling menyalami peserta kongres di Ballroom, Hotel The Sunan. “Kongres yang diikuti masyarakat pers dapat membangun demokrasi di tengah maraknya hoaks,” kata Presiden. Kongres yang berlangsung selama dua hari itu akan memilih ketua umum PWI Pusat periode 2018 - 2023. Peserta yang memilih ketua umum berjumlah 73 orang (suara). Mereka terdiri dari Ketua-ketua PWI Provinsi dan Pengurus PWI Pusat (Jakarta). Hadir dalam pembukaan kongres antara lain Menteri Kominfo Rudiantara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Ketua Umum PWI Pusat Margiono, tokoh pers dan ketua, sekretaris dan Dewan Kehormatan PWI dari seluruh Indonesia. Melalui sidang paripurna yang cukup alot, Atal Sembiring Depari, akhirnya terpilih sebagai ketua umum (ketum) PWI Pusat periode 2108-2023. Sementara itu, Ilham Bintang kembali terpilih secara aklamasi sebagai ketua Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat periode 2018-2023. Atal mengalahkan kandidat lainnya, Hendry Ch Bangun yang mengantongi 35 suara. Sedangkan Atal meraup 38 suara. Dengan hasil itu, pimpinan sidang pleno pemilihan ketum, Zulkifli Otto dari Sulawesi Selatan didampingi wakil ketua Abdul Munir (Jawa Timur), dan anggota Mirza Zulhadi (Jawa Barat) menetapkan Atal Depari sebagai ketum PWI untuk lima tahun. Kota Bersejarah Solo, kota bersejarah bagi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Di kota ini, 9 Februari 1946, wartawan-wartawan pejuang dengan berbagai aliran politik, mendeklarasikan berdirinya PWI. Melalui organisasi ini wartawan pejuang — antara lain Sumanang Surjowinto, Sudarjo Trjokrosisworo, BM Diah, dan Abdul Rachmat Nasution — menyatukan tekad dalam fungsinya sebagai wartawan, membela kedaulatan, kehormatan, dan integritas mempetahankan kemerdekaan Indonesia. Sumanang, Abdul Rachmat Nasution (ayah Adnan Buyung Nasution), bersama Adam Malik, Pandu Kartawiguna, dan AM Sipahutar, adalah pendiri Kantor Berita Antara pada 13 Desember 1937. Di tengah ancaman tentara Jepang, tokoh-tokoh ini melalui Kantor Berita Domei, Jepang — karena Antara dibekukan Jepang — secara sembunyi menyebarkan proklamasi kemerdekaan Indonesia pertama sekali ke seluruh dunia, sehingga sejumlah negara mengakui kemerdekaan RI. Kota Solo dipilih, antara lain untuk mengembalikan semangat awal PWI — menjaga kedaulatan, kehormatan, dan integritas wartawan. Ketua Panitia Pengarah Kongres XXIV, Ilham Bintang mengatakan, produk baru kongres tahun ini adalah Kode Perilaku Wartawan yang mendampingi Kode Etik Jurnalistik yang sudah berlaku selama ini. “Ini merupakan produk baru Kongres XXIV. Sanksi atas pelanggaran itu yakni skorsing hingga pemecatan,” kata Ilham Bintang. ™ BTNewspaper/wis