Cara Melakukan Brata Siwaratri

     SIWARATRI sebagai malam pemujaan terhadap Dewa Siwa, jatuh pada Senin 15 Januari 2018. Siwaratri artinya Malam Siwa. Siwa dalam bahasa Sansekerta berarti baik hati, suka memaafkan, memberi harapan dan membahagiakan dan juga Siwa dapat diartikan sebagai sebuah gelar atau nama kehormatan untuk salah satu manifestasi Tuhan yang diberi nama atau gelar kehormatan Dewa Siwa, dalam fungsi beliau sebagai pemerelina untuk mencapai kesucian atau kesadaran diri yang memberikan harapan untuk kebahagian. Sedangkan Ratri artinya malam, yang dapat diartikan juga sebagai kegelapan.

     Jadi Siwaratri dapat diartikan sebagai malam pemerelina atau pelebur kegelapan dalam diri dan hati untuk menuju jalan yang lebih terang.

Merayakan Brata Siwaratri

     Ada tiga jenis brata yang dilaksanakan pada hari suci Siwaratri yang disebut Brata Shiwaratri yaitu: 1. UPAWASA berasal dari bahasa sansekerta yang artinya puasa tidak makan-minum. Tujuan dari upawasa adalah untuk merubah susunan energi tubuh halus kita, agar tubuh halus kita ibaratnya bisa menjadi “wadah penampung”, yang dapat menampung energi suci karunia Ista Dewata; 2. MONA berasal dari kata “Mauna”, yang memiliki arti tidak berbicara, atau tidak mengucapkan kata-kata. Tujuan dari mona adalah untuk merubah kondisi pikiran kita, agar pikiran kita lebih jernih, yang dapat membuat kita lebih mudah terhubung dengan Ista Dewata atau terhubung dengan keheningan di dalam diri; 3. JAGRA.

     Dalam buku suci Shiwaratri Kalpa, Tan Mrema juga disebut “Tan Aturu Atanghi”, memiliki arti tidak tidur, tetap terjaga, atau bergadang. Tan Mrema umumnya lebih dikenal dengan istilah Jagra. Makna lebih mendalam dari Jagra adalah fokus [tetap terjaga] pada rasa bhakti yang mendalam kepada Dewa Shiwa. Brata Shiwaratri hendaknya disesuaikan dengan kemampuan, situasi dan kondisi kita masing-masing, sehingga ada tiga tingkatan dalam melaksanakan brata Siwaratri yaitu: UTAMA: Upawasa, Mona dan Jagra; MADYA: Mona dan Jagra atau Upawasa dan Jagra; NISTA: Jagra.

     Jangka waktu pelaksanaan Brata Shiwaratri dilaksanakan mulai pagi hari saat matahari terbit dan berakhir pada saat matahari terbit berikutnya [selama 24 jam]. Jangka waktu pelaksanaan Brata Shiwaratri juga hendaknya disesuaikan dengan kemampuan, situasi dan kondisi kita masing-masing.

     Ada tiga tingkatan jangka waktu pelaksanaan Brata Shiwaratri, yaitu: UTAMA: Mulai pagi hari saat matahari terbit dan berakhir pada saat matahari terbit berikutnya [selama 24 jam]; MADYA: Mulai tengah hari [tengai tepet], atau sekitar jam 12 siang dan berakhir pada saat matahari terbit keesokan harinya [selama 18 jam]; NISTA: Mulai sore hari saat matahari terbenam dan berakhir pada saat matahari terbit keesokan harinya [selama 12 jam]. 􀂙 BTNewspaper