Hari Raya Pagerwesi

Baik untuk Mendekatkan Diri pada Dewata

Rabu (15/5/2019) adalah hari raya Pagerwesi, yang jatuh setiap 210 hari tepatnya Buda Kliwon wuku Sinta. Pagerwesi berasal dari akar kata pagar dan besi, yang berarti sesuatu yang dipagari akan tetap kokoh dan melindungi hal yang paling berharga dalam diri kita dengan cara melaksanakan Upacara Pagerwersi. Itu sebabnya pada saat Hari Raya Pagerwesi merupakan hari yang paling baik untuk Mendekatkan Diri pada Dewata, Tuhan Yang Maha Esa.

Disebutkan, Sang Hyang Pramesti Guru dipuja saat hari Raya Pagerwesi, merupakan manifestasinya Ida Sang Hyang Widi sebagai gurunya manusia dan alam semesta. Karena sesungguhnya pengetahuan dari Sanghyang Pramesti Guru yang disebut Pagerwesi dapat dimiliki setiap penganut Nya. Dan, seseorang yang memiliki pengetahuan tentang tuhan akan mendapatkan kebahagian di dunia dan di akhirat.

Pelaksanaan hari Raya Pagerwesi merupakan pemujaan terhadap tuhan sebagai guru sejati, yang dapat mengisi kita dengan pengetahuan dan kesucian sejati. Pagerwesi merupakan rentenan dari hari Saraswati (11/5-2019), dimana hari tersebut dipercaya sebagi hari turunnya ilmu pengetahuan untuk melindungi diri dari kebodohan.

Hidup tanpa guru sama dengan hidup tanpa penuntun, dengan adanya guru kita bisa mengetahui mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, tanpa guru kita bisa kehilangan arah dan tujuan sehingga tindakan bisa jadi salah arah.

Perayaan Pagerwesi

Pada saat Hari Raya Pagerwesi semua kantor (intansi), baik pemerintahan maupun sekolah-sekolah, selalu libur.

Dalam teks Sunarigama, Hari Raya Pagerwesi disebut dengan Prayoga Ida Bhatara Pramesti Guru atau dapat juga dikatakan sebagai Hari Guru atau di India disebut Guru Purnima atau pemujaan terhadap guru. Guru dalam hal bukan hanya guru yang mengajar di sekolah (guru pengajian), tetapi juga melingkupi guru rupaka (orangtua), guru wisesa (pemerintah) dan guru swadyaya (Tuhan).

Saat Pagerwesi, guru-guru tersebut diberikan kesempatan untuk melakukan ritual untuk menyucikan pengetahuan yang dimiliki, untuk diberikan keesokan harinya pada murid-muridnya. Pengertian murid di sini bukan hanya murid di sekolah, tetapi juga masyarakat umum.

Kita harus selalu menghormati guru. Sebab guru memiliki peran penting dalam menyelamatkan umat manusia dari jurang kenistaan. Karena itu, di dalam ajaran Hindu, hari pemujaan terhadap guru diberikan secara khusus, yakni pada saat Pagerwesi. Selamat merayakan Hari Raya Pagerwesi 2019. (BTNewspaper/TB/net)