Pengolahan Air Limbah Domestik

         AIR limbah adalah air yang telah tercemar oleh zat - zat organik dan kimia yang membuat ikatan - ikatan yang komplek yang berbahaya bagi kehidupan dan lingkungan. Secara garis besar air limbah dikategorikan menjadi 2 jenis yaitu 1). Air limbah domestik adalah air buangan dari kegiatan mahluk hidup di dalam memenuhi proses kehidupan, seperti memasak, mencuci dan sebagainya; 2). Air limbah Industri, air limbah yang dihasilkan oleh kegiatan usaha yang menghasilkan barang untuk memenuhi kebutuhan sekunder manusia yang melibatkan penggunaan bahan - bahan kimia dalam jumlah besar.

        Sebagai “industri tak berasap” (unsmoke industry), Hotel dan Restoran wajib mengelola air limbah, sehingga diharapkan dapat mencegah pencemaran dan kerusakkan lingkungan hidup. Hal ini sesuai dengan UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) serta Peraturan Pemerintah No 27/2012 tentang Izin Lingkungan kepada para pelaku usaha.

        Saat ini pemerintah sangat ketat terhadap kegiatan yang menghasilkan pencemaran, sehingga setiap usaha atau kegiatan wajib memiliki Amdal atau UKL- UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) wajib memiliki ijin lingkungan. Tanpa ijin lingkungan, maka ijin yang lain tidak dapat dikeluarkan dan usaha atau kegiatan tersebut dapat dibekukan kegiatannya.

        Salah satu unit pengolahan air limbah yang sederhana mulai diterapkan di Bali, seperti yang dilakukan oleh CV. Amerta Nugraha Dewata, Jln Ngurah Rai No.45, Kediri, Tabanan - Bali. Perusahaan ini melakukan pengolahan air limbah dengan “EXTENDED AERATION”.

        Pengolahan air limbah dengan sistem ‘extended aeration’ dilakukan dengan proses Aerasi / Penguraian / Oksidasi Aerobic. Semua air limbah dimasukkan ke dalam BAK AERASI. Pada awal bak aerasi terjadi pencampuran air limbah dengan lumpur aktip dan sebagian besar oksigen pada bak Aerasi terjadi proses oksidasi biokimia. Proses oksidasi biokimia terjadi sebagai proses penguraian bahan - bahan organik oleh bakteri pengurai. Proses ini berjalan dalam kondisi AEROBIC dan sangat cepat, akibat adanya penambahan oksigen secara terus menerus ke dalam air limbah.

        “Dengan pengolahan air limbah secara aerobic, maka dipastikan tidak ada bau walaupun pengolahan ini dalam keadaan terbuka dan zero sludge / tidak ada lumpur yang tersisa yang perlu dibuang. Air hasil olahan sangat jernih dan tidak berbau,” kata I Nyoman Budayasa, selaku pengelola perusahaan tersebut, sambil menambahkan bahwa garansi untuk hasil olahannya itu berlaku seumur hidup, dengan air tidak berbau tanpa menambahkan bakteri atau chemical dan tanpa buangan lumpur.

        Villa atau hotel yang tidak memiliki lahan dan selama ini menggunakan septic tank dan peresapan. Micro aeration sludge berproses menggunakan bak septik sebagai bak aerasi guna memperoleh proses secara aerobic yang dipercepat. Proses pertama adalah Aerasi dan proses kedua adalah Pengendapan dan pengembalian lumpur aktip. Pada tangki ketiga adalah penampungan air hasil olahan. v BTNewspaper/pr