Libur Galungan, Tanah Lot Diserbu Wisatawan

     DTW Tanah Lot di Kabupaten Tabanan, Bali, Kamis (02/11), ramai dikunjungi wisatawan baik domestik mau pun mancanegara saat Umat Hindu di Pulau Dewata itu masih menjalani prosesi Hari Raya Galungan dan menyambut datangnya Hari Raya Kuningan. Saat ini wisatawan khususnya mancanegara mulai berdatangan yang umumnya memang ingin menyaksikan masyarakat Hindu Bali melakukan berbagai ritual pada saat Galungan. Sedangkan wisatawan domestik yang dari luar Bali, umumnya datang secara berombongan dengan menggunakan bus.

     Seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, pengunjung sangat ramai pada Manis Galungan. Kendaraan roda dua mau pun empat sejak pagi sudah mulai berdatangan. Meski pengunjung sangat padat, pihak pengelola DTW Tanah Lot tidak menyiapkan persiapan khusus. Situasi membludaknya pengunjung ke DTW Tanah Lot akan berlangsung sampai hari minggu. Apalagi di Tanah Lot ada dua kegiatan keagamaan yakni pada tanggal 11 November 2017 piodalan di Pura Luhur Pakendungan. Dan piodalan di Pura Luhur Tanah Lot yang akan berlangsung dari tanggal 15-18 November 2017. Dan persiapan untuk piodalan tersebut sudah mulai dilakukan mulai minggu-minggu ini. Sehingga sampai dua minggu mendatang Tanah Lot akan dipenuhi oleh khalayak baik itu masyarakat Hindu (pemedek) yang ingin melakukan persembahyangan, mau pun oleh wisatawan atau pengunjung yang ingin menyaksikan proses persembahyangan tersebut. Selain itu, karena sekarang bertepatan dengan liburan sekolah, jadi membuat suasana liburan semakin terasa.

     Manajer DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana mengatakan selama libur Galungan yang jatuh, Rabu (01/11), kunjungan didominasi wisatawan mancanegara dengan prosentase 54% mancanegara dan 46% adalah wisatawan domestik dengan total kunjungan 9.421 wisatawan. Selain itu orang lokal terutama umat hindu yang datang ke DTW Tanah Lot banyak juga yang bersembahyang.

     “Dari pantauan kami saat Galungan kali ini didominasi mancanegara, namun kalau orang lokalnya kebanyakan untuk bersembahyang jadi tidak kita pungut tiketnya”, ucapnya. “Apalagi bulan ini juga ada dua kegiatan keagamaan di Tanah Lot yaitu Pujawali di Pura Luhur Pakendungan pas Hari Raya Kuningan dan Pura Luhur Tanah Lot pas tiga hari setelah Kuningan tepatnya Rabu, Budha Wage Langkir”, tambahnya.

     Namun ada yang sedikit berbeda saat liburan kali ini. Pengunjung diberikan souvenir yang berupa makanan khas Bali hasil olahan masyarakat Tabanan. Manager Operasional DTW Tanah Lot Ketut Toya Adnyana mengatakan pihak pengelola selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi pengunjung. Karena kita bergerak di bidang jasa pariwisata sudah semestinya pelayanan harus terus ditingkatkan.

     “Kita mencoba program promosi baru ini yaitu memberikan souvenir berupa oleh-oleh khas Bali kepada pengunjung, Program ini sudah kita launching per awal Oktober, dan selama berjalan responnya cukup positif, malah pengunjung mengusulkan untuk menambah kuantitinya”, ucap Toya Adnyana.

     Lebih lanjut, souvenir ini merupakan produk oleh-oleh khas Bali yang diproduksi oleh UMKM yang ada di Kabupaten Tabanan.  Selain untuk promosi ke wisatawan, DTW Tanah Lot juga mendukung usaha kecil kreatif masyarakat Tabanan. Ini juga merupakan kelanjutan dari Event Tanah Lot Kreatifood beberapa bulan yang lalu. Tidak hanya mentok sebatas saat ada event saja, Namun bisa berkelanjutan dan memberikan dukungan positif kepada usaha kecil kreatif yang ada di Kabupaten Tabanan.

     "Kita pasti akan mendengar respon pengunjung untuk proses evaluasi kedepannya, Kita juga tidak mau dianggap menggampangkan mentang mentang gratis, tapi kita tetap ingin memberikan good quality service dan produk yang excellent ke wisatawan”, imbuhnya.

     Salah satu pengunjung yakni Yusuf asal Malang mengatakan bahwa dengan berkunjung ke DTW Tanah Lot akan mendapatkan souvenir cemilan secara gratis. Seperti dirinya yang baru memasuki di gate tiket tersebut, yang secara langsung diberikan souvenir cemilan dari DTW Tanah Lot. Dan berharap kedepannya jumlah souvenir cemilan tersebut bisa ditingkatkan jumlahnya. *BTNewspaper/d-e/humas

Artikel yang relevan

       DIPERLUKAN pendekatan kekinian jika ingin mendek

     PERAYAAN Galungan tahun 2015 bertepatan dengan bul

     MENGANTISIPASI lonjakan jumlah penumpang selama pe

Galungan adalah rentetan upacara agama Hindu di seantero pulau Bali

     HARI Raya Kuningan yang dirayakan umat Hindu 10 ha