Rumah aksesibel pertama untuk seorang perempuan disabilitas yang hidup dibawah garis kemiskinan

NI Komang Sumerti, 29 tahun, menderita cerebral palsy dan tinggal dengan kedua orangtuanya serta tiga saudara yang di wilayah terpencil di Kabupaten Karangasem, Bali. Membeli kebutuhan untuk Sumerti merupakan sesuatu yang sangat sulit bagi orang tuanya yang mana untuk makan sehari-hari pun masih kesusahan. Mereka tinggal di sebuah bangunan yang sangat sederhana bahkan tidak layak, tanpa listrik dan masih berlantai tanah, Sumerti sendiri tidur beralaskan bambu tanpa kasur atau matras.

     Saat ini, Sumerti dan keluarganya telah diberikan sebuah harapan baru melalui pembangunan rumah yang aksesibel untuk mereka, kami berterimakasih kepada Proffessor Caroline Ellison dan donor-donor lainnya yang telah menyumbangkan uang, materi maupun tenaga. Tim kami termasuk volunteer dari Australia turun langsung bahu membahu untuk membantu menyelesaikan pembangunan dan sekarang rumah aksesibel untuk Sumerti sudah hampir selesai dibangun. Kami tidak sabar untuk menyaksikan Sumerti dan keluarganya pindah ke rumah baru yang lebih nyaman dan layak untuk ditempati.

      Kemiskinan, rumah tidak layak huni, dan transportasi merupakan beberapa hambatan yang dihadapi penyandang disabilitas di pulau Bali, bahkan Indonesia dan berbagai wilayah di dunia. Kami memiliki pendekatan yang menyeluruh dalam memberikan pelayanan seperti alat bantu yang berkualitas, rehabilitasi, pelatihan keterampilan termasuk pembangunan rumah yang aksesibel di Bali, sehingga lebih banyak penyandang disabilitas yang hidup lebih layak dan nyaman.

Author: