Bali Punya Kantor “Organik Food”

     AMBISI Gubernur Bali menjadikan pulau Bali sebagai pulau organik, kini terwujud dengan peresmian Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali serta Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali. Kantor yang diresmikan langsung oleh Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, Senin (7/8), merangkul berbagai perusahaan pertanian dan peternakan yang memiliki misi organik, sehingga mempercepat terwujudnya green province untuk Bali. Peresmian kedua kantor yang beralamat di Jalan WR. Supratman No 71, Denpasar itu dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas di lingkungan pemerintah Provinsi Bali dan juga Ketua Yayasan Tri Hita Karana.

     “Kami berharap agar yayasan THK yang melakukan akreditasi terhadap hotel-hotel dapat memberikan dan menjembatani usaha-usaha organik di Bali masuk ke hotel, selain untuk konsumsi bagi warga Bali,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortukultura dan Perkebunan Bali, Ida Bagus Wisnuardana, di sela-sela peresmian.

     Total anggaran pembiayaan pembangunan gedung baru ini menghabiskan dana 41 milyar lebih, atau tepat nya sebesar 41.419.375.000 yang bersumber dari APBD Provinsi Bali tahun 2016 dan 2017. Berdiri megah tiga lantai, di mana gedung utama akan di peruntukan bagi kantor dua Dinas, yaitu Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali. Di areal seluas 14.750m2 (1,475 Ha), juga berdiri bangunan yang diperuntukkan bagi kantor Bali Organic Trade Centre ( OTC) dan mitra kerjanya seperti Majelis Utama Subak Bali, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), KTNA, dan Asosiasi Pelaku Usaha Hortikultura Bali (Aspehorti), dalam melaksanakan kegiatan memasarkan produk sayuran dan buah – buahan organik produk petani local untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata dan masyarakat umum.

     Gedung OTC ini dilengkapi ruang pameran dan pasar tani. Keberadaan dua dinas, organisasi usaha dan organisasi kemasyarakatan bidang pertanian di dalam satu satu areal perkantoran, menurut Gubernur, agar memudahkan koordinasi antara dinas terkait, pelaku usaha dan organisasi terhadap berbagai permasalahan yang ada dan juga dalam rangka penghematan anggaran pembangunan gedung. Sekaligus membangun kualitas sumberdaya manusia yang lebih berkualitas baik sebagai pelayanan masyarakat, pengelola organisasi mau pun produsen pertanian dan peternakan. *BTNewspaper/de/andre

Artikel yang relevan

     UNTUK meningkatkan rasa cinta kebudayaan dan menum

GUNA meringankan beban masyarakat kurang mampu dalam me