Ida Bagus Mardawa-Istri Abdikan diri Melayani Umat

   MANTAN General Manager PT PLN (Persero) Distribusi Bali Ida Bagus Gede Mardawa Padangratha (58) bersama istri Ida Ayu Putu Merthawati siap mengabdikan diri untuk menjadi pelayan umat.

     "Rangkaian kegiatan ritual penyucian diri Diksa Pariksa dan Pediksan dilaksanakan di tempat tinggalnya di Jalan Sakura Denpasar, Sabtu (30/12)," kata Ketua Panitia kegiatan ritual tersebut Ida Bagus Kade Swagata Padangratha di Denpasar, Jumat.

     Rencananya, seluruh rangkaian kegiatan ritual dilaksanakan di Geriya Gede Koulubyawu Dusun Muncan, KecamatanSelat, Kabupaten Karangasem, dipindahkan akibat daerah itu masuk kawasan rawan bencana erupsi Gunung Agung. DiksaPariksa dipimpin Ida Pedanda Gede Jelantik Duaja dari Geriya Budakeling Karangasem, dihadiri Ketua Parisada Hindu Dharma (PHDI) Kabupaten Karangasem Drs I Wayan Astika, MSi.

     Bertindak sebagai guru nabe adalah Ida Pedanda Gede Ketut Putra Lusuh dari Geriya Suci Lusuh Kecamatan Selat Karangasem yang membimbing dan mengantarkan Ida Bagus Gede Mardawa Padangratha dan Ida AyuPutu Merthawati untuk menjalani kewajibannya (swadharma) sebagai seorang pendeta.

     Juga hadir guru waktra Ida Pedanda Gede Putra Tami dari Geriya Bungaya, Bebandem, Karangasem yang membimbing peranda baru dalam mempelajari tatwa, susila, upacara sesuai dengan arahan dan petunjuk Ida Pendanda Nabe serta guru saksi Ida Peranda Gede Manu Singaraga dari Geriya Sangkan Gunung, Kecamatan Sideman, Karangasem.

     Ida Bagus Kade Swagata Padangratha menambahkan puncak kegiatan ritual Pediksan dilaksanakan pada Rabu, 10 Januari 2018, dihadiri puluhan Ida Pedanda dari Kabupaten Karangasem, Kota Denpasar dan daerah lainnya di Bali.

     Ida Bagus Gede Mardawa merupakan putra sulung dari tiga bersaudara hasil perkawinan Ida Bagus Made Dirga (alm) dan I GustiBiyang Oka (alm) yang telah mempersiapkan diri menjadi seorang pendeta sejak dua tahun terakhir setelah memasuki masa pensiun.

     Ayah dua putri dan sejumlah cucu yang selama 30 tahun lebih mengabdikan diri di PT PLN itu, begitu purna tugas langsung mempersiapkan diri meski pun sejak awal sebenarnya telah diminta keluarga menjadi pendeta.

     "Begitu pension tahun 2015, saya membulatkan tekad untuk mempersiapkan perjalanan menuju sutu titik yang saya beri nama NOL, sebuah akhir yang sekaligus menjadi awal, titik nol adalah saat meninggalkan grhasta-asrama menuju wanaprasta-asrama," ujar Ida Bagus Gede Mardawa Padangratha. * Kt Sutika