MELASPAS BALI MYNA AVIARY DI BALI SAFARI & MARINE PARK

      BALI Safari & Marine Park mengadakan upacara Tumpek Kandang yang kali ini bersamaan dengan Melaspas (penyucian tempat baru) sebagai bentuk syukur kepada Sang Pencipta. Upacara Melaspas diadakan untuk menyucikan area exhibit baru yang akan segera dibuka dalam waktu dekat ini, yaitu Bali Myna Aviary.

     Bertempat di depan patung Ganesha, upacara yang dipimpin oleh pemangku dari desa adat sekitar ini dihadiri oleh gabungan karyawan Bali Safari dari berbagai divisi dan juga aneka satwa. Beberapa satwa yang ikut serta diantaranya ialah gajah Sumatera, sepasang burung macau, orangutan, binturong, kuda poni dan ular. Bali Myna Aviary dibangun dengan tujuan untuk mengenalkan berbagai spesies burung asli Bali, terutama Jalak Bali yang sempat mengalami masa kritis pada tahun 2004 dengan jumlah hanya 4 ekor tersisa di alam liar. Langkah ini merupakan komitmen perusahaan sebagai tempat konservasi dan edukasi nomor satu di Indonesia. Bali Safari & Marine Park selalu berupaya melakukan berbagai pengembangan demi menjalankan misinya dalam mengedukasi pengunjung melalui sarana rekreasi.

     Ketut Suardana selaku Manager Operational Bali Safari & Marine Park menambahkan “Dalam ajaran agama Hindu, keharmonisan hidup dengan semua makhluk dan alam semesta senantiasa diamanatkan. Manusia hendaknya selaras dan hidup hamonis dengan alam, termasuk tumbuh-tumbuhan dan satwa. Bali Safari and Marine Park sebagai badan konservasi dan edukasi mendukung penuh hal serupa. Melalui upacara ini kami menaikan puji dan sukur kepada Sang Pencipta untuk keselamatan dan kesejahteraan satwa kami.”

     Upacara Tumpek Kandang ialah upacara dalam rangka memuja keagungan Ida Sang Hyang Widhi, Sang Hyang Siwa Pasupati yang disebut Rare Angon, penggembala makhluk dengan cara melakukan pemeliharaan sebaik-baiknya atas ciptaan-Nya yang berupa hewan ternak atau peliharaan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap Sabtu Kliwon Wuku Uye menurut kalender Bali – Jawa atau jatuh setiap 6 bulan sekali. *BTNewspaper/e/ Wisye Batubara

Artikel yang relevan

     BARONGSAI identik dengan etnis Tiongkok (Cina), na

     DUNIA kembali memperingati World Environment D

      KASUS gajah Yani yang mati di Kebun Binatang Band

     GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika melakukan proses