ITDC Gelar Pelatihan Bahasa Mandarin Guna Tingkatkan Excellent Service kepada Wisatawan China

Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), terus berkomitmen meningkatkan kualitas dan layanan pada Akses, amenitas dan atraksi untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan khususnya ke Kawasan The Nusa Dua, dimana sejak tahun 2013 wisatawan dari Negara China menduduki ranking teratas.

Untuk menunjang layanan kepada wisatawan China, salah satu bentuk komitmen ITDC selaku pengelola kawasan The Nusa Dua memberikan pelatihan Bahasa Mandarin sebagai bentuk pembinaan kepada masyarakat desa penyangga khususnya kepada Paguyuban The Nusa Dua yang juga sebagai garda terdepan dalam melayani wisatawan, dalam kesempatan itu ITDC dan Chinese Tourism Training Centre (CTTC) Fakultas Pariwisata Universitas Udayana bekerjasama melaksanakan Pelatihan Bahasa Mandarin tingkat dasar selama 3 (tiga) Bulan kedepan.

Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang menginisiasi adanya pelatihan Bahasa Mandarin untuk pedagang pantai dan jasa lainnya yang merupakan bidang usaha Paguyuban The Nusa Dua. “Keahlian bahasa asing sangatlah penting untuk meningkatkan Excellent Service kepada wisatawan yang dapat mendukung profesi mereka, sebagai sebuah World Class Destination Bahasa sebagai sarana komunikasi merupakan tool yang sangat penting untuk dikembangkan” Hal itu dikatakan Managing Director Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita, saat Pembukaan Pelatihan yang digelar ITDC bersama Chinese Tourism Training Center (CTTC) Fakultas Pariwisata Universitas Udayana didukung oleh Konsulat Jenderal Republik Rakyat China untuk Bali , Kamis (11/7) di Wantilan, ITDC The Nusa Dua, Bali.

Pelatihan Bahasa Mandarin ini, digelar selama 3 bulan, melibatkan puluhan pedagang pantai dan profesi jasa lainnya yang mewakili 8 Kelompok Paguyuban The Nusa Dua. Disebutkan I Gusti Ngurah Ardita, wisatawan China saat ini menjadi market terbesar di Kawasan The Nusa Dua yang dikelola ITDC, mengeser turis Eropa, Australia dan Jepang. Jumlah wisatawan asal negeri Tirai Bambu ini mencapai 40% dari total wisatawan manca negara yang hadir di The Nusa Dua.

"Market China kini mendominasi dan jumlahnya terus meningkat. Kami ingin memberikan layanan untuk meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan yang sedang berlibur dan tentunya hal ini juga dapat meningkatkan Citra Kawasan The Nusa," jelas I Gusti Ngurah Ardita.

Pelatihan Bahasa Mandarin ini diberikan oleh 6 tenaga pengajar yang berasal dari Negara China dengan kemasan pelatihan yang menarik, informative dan yang terpenting disesuaikan dengan kebutuhan Bidang profesi Paguyuban The Nua Dua.

Dengan program pelatihan Bahasa Mandarin ini secara tidak langsung dapat mendorong meningkatkan penghasilan dan taraf perekonomian masyarakat setempat dan juga meningkatkan layanan kawasan sebagai sebagai sebuah daerah tujuan wisata yang berkelas dunia. Tutupnya.

Author: 

Artikel yang relevan

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menggelar Gaik

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism De

     GUBERNUR Bali Made Mangku Pastika mengharapkan kaw

     SEBAGAI bentuk perhatian terhadap para pedagang pa

JELANG perhelatan MotoGP 2021 di Mandalika, tiket perhe