Turun 0,78% Kunjungan Libur Nataru ke Tanah Lot

      TAHUN 2017 baru saja terlewati. Dan sekarang memasuki awal tahun 2018 ini, DTW Tanah Lot masih menjadi destinasi wisata favorit keluarga untuk menghabiskan libur tahun baru. Mengingat kembali tahun 2017, total kunjungan wisatawan mencapai 3.497.825 pengunjung mengalami penurunan sebesar 0.78% jika dibandingkan dengan total kunjungan wisatawan tahun 2016 yang mencapai 3.525.335 pengunjung.

     Hal ini dipengaruhi beberapa faktor seperti erupsi gunung agung beberapa hari sebelumnya yang berimbas terhadap ditutupnya bandara dan dibatalkannya beberapa penerbangan mancanegara ke Bali. Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, SP saat dijumpai di kantornya mengatakan, pihaknya tetap optimis dengan peningkatan kunjungan wisatawan dari tahun ke tahun.

     “Kita optimis jumlah kunjungan wisatawan ke DTW Tanah Lot selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Namun karena hal yang terjadi kemarin merupakan faktor alam yang tidak bisa diprediksi, kita hanya bisa berupaya tetap memberikan pelayanan maksimal serta lebih menggiatkan promosi baik secara langsung maupun melalui media sosial yang sekarang menjadi trend”, ujarnya.

     “Tahun 2018 ini prioritas kami yakni pemavingan parkir pelaba pura, serta perbaikan jalan di jalur exit. Karena kami kendalanya memang di parkir saat-saat musim ramai seperti sekarang ini. Memang pada saat musim ramai seperti liburan tahun baru, parkir masih menjadi kendala di DTW Tanah Lot, namun masih bisa di back up dengan memanfaatkan parkir cadangan di jalur tengah”, paparnya.

     Jika tahun 2017, program yang sudah berjalan yakni pemavingan parkir cadangan, penataan di areal pantai, serta penataan di tempat pengecekan tiket. Memasuki awal tahun 2018, DTW Tanah Lot sudah disesaki pengunjung dari pagi hari. Seperti yang terlihat di lapangan, kekroditan sudah tampak dari pagi hari dengan berdatangannya rombongan siswa serta keluarga menggunakan bus. Namun menjelang siang hari, biasanya pengunjung dengan sepeda motor yang membludak. Kekroditan ini diperkirakan akan semakin meningkat menjelang sore hari. Karena wisatawan biasanya mengejar sunset yang sudah terkenal dengan keindahannya.

     Selain itu, pihak Manajemen Operasional DTW Tanah Lot masih menggelar Open House hari terakhir dimana tersedia snack dan aneka minuman khusus untuk supir, guide dan tour leader. Selain itu mereka juga bisa menikmati kuliner tradisional seperti tipat cantok, rujak, klepon, dan es daluman. Dan saat sore harinya dimeriahkan dengan kesenian tradisional tari joged bumbung. Andi yang merupakan tour leader salah satu agent perjalanan yang ada di Solo mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan open house tersebut.

     “Saya sangat apresiasi kegiatan dari pihak pengelola Tanah Lot ini, apalagi dengan memberikan kenang-kenangan baju atau kalender ke para supir dan guide. Mudah-mudahan setiap akhir tahun terus diadakan”, harapnya. Menurut Men Sri salah satu pedagang es daluman yang dilibatkan dalam kegiatan kuliner mengatakan, kegiatan ini sangat positif dampaknya bagi para pedagang karena lebih memberdayakan pedagang lokal Desa Beraban.

     “Sangat antusias dengan diadakannya kegiatan Open House ini. Karena mempengaruhi perekonomian masyarakat lokal Desa Beraban”, ujarnya. Suasana keramaian sangat terlihat di lapangan. Pengunjung membludak memenuhi areal pantai serta taman di Tanah Lot. Walau pun cuaca panas namun seakan tidak mempengaruhi mereka untuk menikmati panorama pantai dan alam. Situasi krodit di kawasan membuat petugas lebih sigap dan ekstra demi menjaga kenyamanan dan keamanan pengunjung. Seluruh personil keamanan sampai polisi pariwisata ikut berpatroli. Selain itu CCTV tetap aktif memantau setiap wilayah strategis di kawasan.*BTNewspaper/pr

Artikel yang relevan

Pertemuan tahunan IMF-World Bank yang telah berakhir tanggal

     PENGELOLA DTW Tanah Lot akan menggelar event “Tana